Project, operasional, dan profit.
Akhirnya dalam satu tempat.
Hubeam menghubungkan brief, delivery, inventory, dan finance — data bergerak bersama pekerjaan, bukan setelahnya.
Tanpa kartu kredit · Modular & terintegrasi · Dibuat untuk Indonesia
Tim yang membangun — studio, kontraktor, developer — menjalankan seluruh bisnisnya di Hubeam.
3×
lebih cepat dari proposal ke invoice
Rp0
terbuang untuk input data ganda
1
sumber kebenaran untuk P&L project
DIPERCAYA TIM YANG DIGERAKKAN OPERASIONAL
Studio desain
Kontraktor & builder
Property developer
Mulai dari yang kamu butuhkan.
Tambah tanpa migrasi.
Empat produk. Satu lapisan data. Setiap modul bicara bahasa yang sama.
Berhenti mengetik ulang data yang sama lima kali.
Kebanyakan tim menyalin angka dari proposal ke spreadsheet, lalu ke invoice, lalu ke laporan keuangan. Setiap salinan adalah peluang untuk salah. Hubeam menghapus proses menyalin itu sepenuhnya:
Proposal disetujui → project terbentuk
Budget, fase, dan RAB dibuat otomatis dari proposal yang disetujui. Tidak ada input ulang.
PO disetujui → stok terupdate
Purchase order langsung masuk ke inventory. Biaya material menghantam budget project secara real-time.
Invoice dibayar → cashflow terupdate
Pembayaran terekonsiliasi ke project seketika. P&L selalu up-to-date — tanpa drama akhir bulan.
Kamu punya tiga pilihan lain.
Semuanya lebih mahal.
OPSI LAIN
Bertahan dengan spreadsheet + WhatsApp
Biayanya: keputusan yang telat
Terlihat gratis, padahal termahal. Angka project ada di file Excel si A, approval ada di chat si B, dan margin sebenarnya baru ketahuan setelah project selesai. Kamu tidak bisa menegosiasi supplier, menolak project rugi, atau menagih lebih cepat dengan data yang telat dua minggu.
OPSI LAIN
Beli ERP generik dari luar
Biayanya: implementasi bertahun-tahun
ERP generik dibangun untuk manufaktur, bukan bisnis project. Tidak ada konsep RAB, termin, retensi, atau progress billing — semuanya harus di-custom mahal, diimplementasi berbulan-bulan, dan tim kamu tetap kembali ke Excel. Hubeam paham cara kerja project di Indonesia sejak hari pertama, jalan dalam hitungan minggu.
OPSI LAIN
Merangkai banyak SaaS terpisah
Biayanya: margin hilang di sambungan
Tool project bagus, tool invoice bagus, tool inventory bagus — tapi tidak ada yang saling bicara. Setiap sambungan berarti input ulang, langganan ganda, dan angka yang tidak pernah cocok saat rekonsiliasi. Hubeam adalah satu lapisan data: proposal, PO, stok, dan kas memakai angka yang sama.
Hubeam bukan tool tambahan. Ini sistem operasi bisnismu — dengan harga per user, bukan per proyek implementasi.
Mingguan
waktu implementasi, bukan tahunan
Rp149rb
mulai per user/bulan, tanpa biaya setup
ID
dibangun untuk cara bisnis Indonesia bekerja
Bisnis berbeda. Produk berbeda.
Satu ekosistem.
Kamu tidak membeli tier dari produk yang sama. Kamu memilih produk yang dibangun untuk bisnismu — dan semuanya berbagi satu lapisan data.
Hubeam Studio
Margin kamu mati di antara tools.
Studio kehilangan uang di celah antar tools: jam kerja yang tak pernah tertagih, revisi yang tak pernah di-scope, biaya material yang ketahuan setelah invoice terkirim. Studio menyatukan brief, RAB, fase, dan billing dalam satu pipeline — supaya setiap jam dan setiap material masuk ke tagihan klien, bukan jadi beban kamu.
- Brief → proposal → RAB → invoice dalam satu alur
- Tracking fase & revisi terikat ke billing
- Biaya material & moodboard nempel ke project
Mulai dari
Rp149rb/user/bln
Pilot gratis 14 hari dengan data project asli kamu. Batalkan kapan saja.
Mulai dengan StudioHubungi salesHubeam ERP
Kamu tak bisa mengelola kas yang baru kelihatan sebulan kemudian.
Kebanyakan UKM baru tahu margin sebenarnya di akhir bulan — setelah semua keputusan terlanjur diambil. Hubeam ERP mencatat setiap PO, pergerakan stok, dan invoice ke P&L saat itu juga. Kamu nego supplier, tagih piutang, dan ambil project dengan angka riil hari ini.
- Project costing real-time, bukan kejutan akhir bulan
- Procurement & inventory langsung tercatat ke finance
- Visibilitas piutang & cashflow per project
Mulai dari
Rp199rb/user/bln
Pilot gratis 14 hari dengan data project asli kamu. Batalkan kapan saja.
Mulai dengan ERPHubungi salesHubeam PropDev
Kesalahan termahal terjadi sebelum konstruksi dimulai.
Salah beli lahan atau feasibility study yang terlalu optimis bisa menenggelamkan profit bertahun-tahun. PropDev memaksa angka bicara duluan: land study, feasibility, dan unit economics sebelum komitmen — lalu melacak realisasi pembangunan terhadap rencana itu, unit demi unit, di seluruh portfolio.
- Feasibility & land study dengan baseline biaya riil
- Masterplan & perencanaan unit terikat budget
- Portfolio view: setiap project, setiap margin
Mulai dari
Rp299rb/user/bln
Pilot gratis 14 hari dengan data project asli kamu. Batalkan kapan saja.
Mulai dengan PropDevHubungi salesPakai dua produk atau lebih? Data mengalir otomatis di antaranya — dan harga bundle berlaku.
Satu ekosistem.
Nol kerumitan tambahan.
Satukan project, operasional, dan finance — mulai dari Studio, ERP, atau PropDev.